dapit budi's blah blah things


2007-04-04

Road to Gede #2

Pagi harinya, kami bangun dan menikmati udara pagi yang dingin dan sinar matahari yang terhalang oleh awan dan kabut pagi. Persiapan selanjutnya adalah memasak mie instant untuk mengganjal perut pagi hari yang meraung-raung minta makan dan cuci muka supaya seger dan sedikit menikmati air panas yang semalam kita lewati. Camera photo pun tidak lupa untuk beroperasi merekam kegiatan pagi hari itu.

Setelahnya kami pun packing dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak. Sewaktu packing senter Reza tiba-tiba menghilang dan sangat sulit diketemukan, seluruh tas yang sudah terpacked pun terpaksa dibongkar ulang yang menjadikan kami bekerja 2 kali untuk mengepack ulang padahal senternya tidak terdapat pada tas ransel yang kami bawa karena senter tersebut masih menyantol di tenda yang sudah digulung dan dipack, wuih.

OK, semua siap dan kami pun melanjutkan perjalanan, jalan di depan adalah jalan dimana kami tersesat semalam. Dengan bantuan sinar matahari yang terang jalan yang kami lewati menjadi lebih mudah, tidak seperti tadi malam, perjalanan ini menjadi lebih mudah jika dilakukan pagi atau siang hari. Di depan terdapat air terjun dan sebelumnya kami berpapasan dengan 1 group yang masih camp di dekat air terjun itu. Gandi dan gue turun untuk melihat lebih dekat dan merasakan dinginnya air terjun tersebut, tidak lupa mengambil foto dengan gaya full body.

Perjalanan dilanjutkan kembali, track yang dilewati pagi ini sedikit lebih sulit dari track yang kami lewati kemarin, tanah yang licin karena hujan semalam, tanjakan yang lebih menaik dan pohon-pohon tumbang yang melintang menghalangi jalan kami. Hal-hal tersebut bukan menjadi masalah bagi kami karena inilah sebenarnya yang kami cari dari perjalanan ini. Sesekali kami berpapasan dengan orang yang turun dari puncak.

Sekitar 2 jam berjalan akhirnya kami sampai di pos kandang badak. Kandang Badak adalah pos yang menjadi target camp kami kemarin, suasana di kandang badak: kotor, dingin dan lembab. Jika dibandingkan dengan pos yang menjadi tempat camp kami semalam tempat ini lebih buruk, beruntung kami camp di pos air panas kemarin malam.

Kami pun menurunkan semua bawaan kami untuk berisitirahat dan memasak sedikit untuk mengganjal perut kami karena perjalanan masih panjang dan butuh ketahanan fisik dan mental yang kuat, salah satunya yang mendukung itu semua ya makanan ini. Snack, agar-agar, coklat, mie instant, minuman soda dan sedikit alkohol cukup membantu saat itu.

Tidak lama, kami bertemu dengan beberapa pendaki yang turun dari puncak dan berkenalan dengan mereka. Setelah ngobrol-ngobrol ternyata mereka adalah tetangga dari P Syarif dan ini sekali lagi memberitahu bahwa dunia itu memang sempit.

Setelah selesai makan, minum dan dengan urusannya masing-masing perjalanan pun dilanjutkan menuju puncak.Di depan terdapat persimpangan ke sebelah kanan menuju Puncak Pangrango dan sebelah kiri menuju Puncak Gede. Kami pun mengambil route ke sebelah kiri dan pendakian dimulai kembali dengan semangat berapi-api. Suasana jalan masih sama dengan yang kami lewati sebelumnya: dingin, lembab dan licin. Setelah sekitar 2 jam berjalan, kami menemukan sebuah tanjakan yang cukup ekstrim yang untungnya sudah terdapat tali baja yang membantu kita untuk menanjak, kata orang-orang ini tanjakan setan, lucu ya padahal ga ada setannya tapi emang curam banget tanjakannya, kaki dan tangan harus kuat waktu naik disini supaya tidak jatuh dan kesakitan. Setelah semua melewati tanjakan tersebut perjalanan pun dilanjutkan dengan suasana yang sudah berubah, jalan semakin menanjak, pohon-pohon semakin jarang dan pendek ditambah dengan hujan yang turun membasahi kita semua dan jas hujan pun kembali kami pakai.

Perjalanan sampai puncak kurang lebih 1 jam lagi, kami pun berjalan ditengah-tengah hujan yang dingin dan rasa lelah. Hujan ini cukup menghambat perjalanan mendaki kami karena dingin yang menusuk tulang, kami takut kalau-kalau salah satu dari kami mengalami kram karena kedinginan kan bisa repot. Untuk itu kami putuskan untuk jalan lebih cepat dan tidak berhenti agar otot tidak kaku dan dingin walaupun kami kelelahan. Dalam perjalanan ini semua tampak serius dan jarang yang bercanda hehe, habisnya sudah terlalu capek.

Sekitar jam 1 siang akhirnya kami sampai di Puncak Gede !! Thanks GOD, pemandangannya tidak terlihat jelas karena tertutup kabut dan hujan, waktu kita sampai di puncak tidak tepat karena hujan masih mengguyurnya. Momen ini pun tidak kami abadikan karena hujan lebat sekali. Suasana di puncak gede saat itu, dingin, tidak berpohon, semerbak belerang dan awan yang memayungi kami serta hujan yang turun. Kami putuskan untuk langsung mengambil jalan turun setelah sekitar 10 menit kami menunggu dan hujan tidak kunjung berhenti juga.

Sayang sekali memang kami melewatkan pemandangan yang indah bila tidak hujan di puncak ini tapi biarlah yang penting kami sudah sampai di puncak. Perjalanan turun sedikit lebih mudah dari mendaki karena kami tidak terlalu membutuhkan tenaga untuk berjalan dan biarlah gravitasi yang membawa kami dan pohon yang menjadi pegangan kami. Sedikit aliran air hujan yang mengganggu transportasi kami. Perjalanan turun sampai ke surya kencana ditemani oleh pohon-pohon pendek yang jarang dan suasana sepi tentunya. Setelah 1 jam turun dari puncak akhirnya kami sampai di alun-alun Surya Kencana dan kami tetapkan untuk camp disini. Jam saat itu sekitar jam 3 sore, kami mengeluarkan seluruh barang-barang untuk membangun tenda, memasak dan menjemur pakaian kami yang basah karena hujan karena di alun-alun hujan sudah reda dan udara tampaknya bersahabat.

Surya Kencana adalah padang rumput yang luas dan panjang diapit oleh 2 gunung dengan suasana yang sunyi sampai kalau kita berteriak suaranya akan menggema. Di situ kita akan menikmati suasana sunyi sepi yang damai dengan udara sejuk dingin yang menyegarkan sekaligus mengantukkan.

Hal pertama yang kita lakukan adalah memilih spot untuk membuat tenda. Setelah mendapatkannya tenda pun didirikan kemudian menjemur pakaian yang basah karena hujan, mengambil air, menyiapkan makanan/minuman, mengeluarkan isi tas kita untuk persiapan istirahat. Pada saat menyiapkan terjadi kecelakaan pada P Syarif, tangannya tersayat cutter dan mengakibatkan luka sayat yang cukup dalam, darah terus menerus keluar dengan derasnya, Fatir yang menolongnya untuk memberi betadine dan memberban luka tersebut. Melihat darah yang begitu banyak Reza langsung merasa mual dan dia kemudian tidur-tiduran di dalam tenda. Gue juga merasa tidak nyaman dengan darah tersebut sehingga tidak bisa melihat dekat-dekat dan hanya menyiapkan makanan bersama Gandoz.

Baru jam 4 sore, suasana sangat mendukung untuk bertidur ria, kita pun kemudian menyantap makanan yang seadanya dan meminum minuman hangat dan kemudian bergegas masuk ke dalam tenda. Jam 6 sore di dalam tenda sudah dipenuhi oleh 5 orang yang bertidur ria, semoga malam ini tidak hujan!

Jam 1 pagi, gue merasa tidak nyaman dengan posisi tidur karena berada dipaling kanan tenda sehingga air embun menembus ke dalam dan mulai membasahi sleeping bag gue, ah menyebalkan sekali tetapi biarlah gue coba untuk tertidur tetapi entah kenapa perasaan lelah itu ga kunjung datang padahal kita melewatkan hari ini dengan berjalan naik turun gunung. Argh! so what should i do in the middle of the night alone?

Gue coba cari makanan ringan, dan mendapatkan soft drink, snack dan coklat yang lumayan bisa menemani keterjagaanku saat itu. Tapi itu tidak lama karena makanan dan minuman itu tidak seenak jika kita makan di ketinggian normal, rasanya biasa sekali dan tidak memberikan rasa enak dan ketagihan. SO apalagi donk yg bisa gue lakuin..

Ya gue coba deh membuat percakapan sendiri untuk membuat yang lain bangun dan benar yang lain pun bangun mulai menanggapi ocehan gue! Gue mulai ngebahas penyesalan cuaca tadi siang yang hujan sewaktu di puncak dan membahas kalau di luar bulan bersinar terang sehingga bisa diputuskan kalau cuaca malam itu cerah. Gue mulai membayangkan bagaimana jadinya kalau kita naik ke atas kembali, gue ajak beberapa orang untuk naik tetapi tidak satu pun yang mau ke atas di malam hari seperti ini. Huh! padahal pengen banget gue ke atas untuk menikmati sunrise nanti pagi, gue yakin bakal gila banget pemandangannya!

Huh, semua hal menjadi membosankan saat ini: basah dan insomnia di tengah gunung. Akhirnya gue putuskan untuk memejamkan mata dan kembali untuk tertidur, dan itu berhasil!

Ya gue tidur dan terbangun jam 6 pagi, wah senangnya.. keadaan di surya kencana tidak ada yang berubah, sama seperti kemarin.. sunyi, sepi, dingin, damai dan membuat malas. Tapi gak buat kita, gue sama gandi langsung menuju kali untuk mengambil air buat masak dan sedikit membersihkan diri dan gosok gigi, oh iya kita pun sempat mengambil foto di situ.. oh begitu luas dan terbuka.

Setelah makan dan packing kita berlima pun melanjutkan perjalanan turun ke gunung putri!
Melalui padang rumput yang panjang membentang lebih dari 1 km kita pun menikmati pemandangan indah dan kabut yang menyapu setiap langkah kita dan tawa pun kembali hadir di perjalan kita. Perjalan pulang ini lucu, beberapa dari kita membawa tas plastik yang penuh dengan sampah limbah dari hasil pertempuran kami setelah camping 2 hari di gunung.

Sehabis melalui padang rumput yang panjang kembali kami dihadang oleh dataran yang terjal dalam menuruni gunung keparat ini. Lembab, licin, berbatu, kotor, minim oksigen dan sepi, itulah rupa dari jalan yang kami lewati. Setelah kami bandingkan naik dari Cibodas lebih mudah jika dibandingkan naik dari G. Putri karena jalannya cukup terjal dan licin sewaktu hujan. Beberapa kali kita pun berhenti untuk beristirahat, pada istirahat pertama kita gunakan untuk memakan snack, minum softdrink dan P Syarif dikerok oleh Reza dan katanya badannya lebih enakkan hihi. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan, gue dan gandi memimpin jauh di depan perjalanan turun ini karena dengan berlari dapat membuat perjalanan lebih cepat dan tidak terlalu membuang energi banyak karena kita dibantu oleh gravitasi saja, itu prinsip gue kenapa gue berlari dan meninggakan Reza, Fatir dan P Syarif tetapi tidak meninggalkan begitu saja, setelah mendapatkan pos gue en gandi beristirahat dan menunggu ketiga orang tersebut, lumayan waktu istirahat bisa lebih dari 15 menit loh.

Perjalanan turun kami banyak bertemu rombongan pendaki, mungkin karena hari libur sudah dimulai sejak besok. Dan penurunan gunung pun selesai dan membutuhkan waktu sekitar 5 jam saja. Huh Cape juga...

Di post Gunung Putri, Reza terkena razia oleh penjaga post karena kedapatan membawa pasta gigi dan dikenai hukuman untuk membeli plastik sampah. Gue juga membawa, sabun, pasta gigi dan shampo tetapi itu semua sudah tersembunyi rapi di dalam sleeping bag hehe...how lucky i am.

Well setelah check out dari gunung putri kita pun mengisi perut kita di kaki gunung putri, gue sama gandi makan di warteg dan yang lainnya makan mie ayam.. hah lega.... akhirnya bisa juga makan kenyang dan minum enak mana teteh-teteh nu jaga warungna geulis!

Abis makan-makan kita pun turun ke Cipanas menggunakan angkot g.putri - cipanas, jalanan dan angkot yang kita pake pun lumayan canggih dan metal.

Sampai di Jalan Raya Cipanas jam 3 sorean, kita langsung cari bis untuk pulang, gue langsung menuju Bandung dan yang lain pun pulang langsung menuju Jakarta.. So Long My Friend.

Bis yang gue pake jurusan Depok - Bandung MGI, bis itu kosong sekali sampe gue bisa leluasa untuk beristirahat dan menikmati perjalanan dari cipanas ke bandung. Kemudian gue turun di Padalarang dan naik angkot ke cimahi, turun di dustira en naik lagi angkot ke baros en sampe deh di rumah.. perjalanan yang cukup menarik bukan?

Hampir jam 6 gue udah di rumah, mandi en minta diurut en dikerok supaya ga sakit entarnya..
Home sweet Home.. here i come!


Boedhies merindukan cintanya jam 19:38

***


Comments: Post a Comment

End of things


Siapa ?!?!?
Hai semua, jumpa lagi dengan siapa ya ? panggil aja dapit, supaya akrab ajah cihuy kan ?? lagi gawe di Menara Thamrin, Kuliah di daerah Kuningan, US ?? bukan Jakarta Cing Indonesia pipeul aing.. Lahir di Cimahi City ehem2.. di kampung bernama BAROS, masa kecil yang indah di situ, masa gede di jakarta crowded city hehehehe. Disini coba dituliskan perjalanan sehari hari dapit yang paling membosankan. Okeh THat's All.
Cheers + Beers + Tears



Name :
Web URL :
Message :
/div>



TEuInG


blogger for engine.
blogskins for the skins.
doneeh for the shoutbox + comment.
serendipityq for layout.